Konsultan Manajemen Bisnis strategi | Consultant Business Strategic | Konsultant Pengembangan Bisnis & Marketing Strategi

Manajemen Kinerja / Performance Management

January 21st, 2010

Mempunyai tenaga kerja Terampil, Profesional, berprestasi merupakan dambaan setiap perusahaan.  Kualitas Sumber Daya Manusia ( SDM ) sangat menentukan kinerja dan pengembangan perusahaan dimasa datang. Kesadaran akan arti penting kualitas dan produktivitas SDM akan mampu membawa perusahaan dalam persaingan usaha yang semakin ketat seperti sekarang ini. Oleh karnanya dibutuhkan suatu system Manajemen Kinerja  yang mampu mendeteksi dan melihat kualitas dari para SDM yang dimiliki, sehingga dalam penempatan SDM pada suatu departemen / divisi  itu sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. System Manajemen Kinerja dapat menjadi sumber untuk pengelolaan SDMdi perusahaan  dimana hasil yang akan didapat adalah bisa membantu perusahaan untuk merencanakan dan melaksanakan program – program lain dengan lebih tepat, cepat dan efektif.

Program -program yang dapat di laksanakan setelah  penerapan manajemen kinerja antara lain :

1. Program Pelatihan dan Pengembangan SDM

Dengan membuat system manajemen kinerja perusahaan dapat mengetahui  dan bisa mengindentifikasi pelatihan apa saja yang harus di berikan pada SDM yang dimiliki agar si karyawan mampu mencapai target dan standar prestasi yang di tetapkan.

2. Program Kaderisasi & Pengembangan Karir

Dengan program ini perusahaan dapat  mengindentifikasi  siapa saja karyawan yang mempunyai potensi untuk menduduki sebuah jabatan yang lebih tinggi dimasa yang akan datang. Tentu saja hal ini diukur dari penilaian prestasi kerja SDM itu sendiri.

3. Program Pembinaan Karyawan

Dengan pelaksanaan manajemen kinerja, perusahaan dapat meneliti hambatan yang di hadapi oleh SDM yang ada dalam peningkatan prestasinya, bila ternyata ditemukan hambatannya bukan kemampuan tapi kemauan, maka atas dasar hasil manajemen kinerja program pembinaan yang tepat dapat dilakukan. Serta masih banyak program – program lain yang bisa di laksanakan dengan adanya penerapan Manajemen Kinerja ini.

Untuk Informasi & Konsultasi  lebih detai mengenai  Sytem Manajemen Kinerja, Performance Appraisal, dan manajemen HRD lainnya dapat menghubungi: Bp. Yoyo Subagyo / Hp. 08159767636,  Telp. 021- 70619908


GOOD CORPORATE GOVERNANCE ( GCG )

June 23rd, 2009

Pelaksanaan Good Corporate Governance

System  Manajemen tidak cukup hanya memastikan bahwa proses pengelolaan manajemen berjalan dengan efisien. Diperlukan instrumen baru yang  salah satunya adalah dengan cara menerapkan system  Good Corporate Governance ( GCG ) dengan tujuan  untuk memastikan bahwa manajemen berjalan dengan baik, efektif,efisien, transparan dan konsisten. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam  konsep ini:

  • Pentingnya hak pemegang saham untuk memperoleh informasi dengan benar dan tepat pada waktunya.
  • Kewajiban perusahaan untuk melakukan pengungkapan (disclosure) secara akurat, tepat waktu, dan transparan terhadap semua informasi kinerja perusahaan, kepemilikan, dan stakeholder. Dari berbagai hasil pengkajian yang dilakukan oleh berbagai lembaga riset independen nasional dan internasional, menunjukkan rendahnya pemahaman terhadap arti penting dan strategisnya penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance ( GCG )oleh pelaku bisnis di Indonesia. Selain itu, budaya organisasi turut mempengaruhi penerapan Good Corporate Governance ( GCG ) Indonesia.

Penerapan Good Corporate Governance ( GCG ) akan berjalan baik jika didukung oleh tiga pilar yang saling berhubungan, yaitu negara dan perangkatnya sebagai regulator, dunia usaha sebagai pelaku pasar, dan masyarakat sebagai pengguna produk dan jasa dunia usaha. Prinsip dasar yang harus dilaksanakan oleh masing-masing pilar adalah:

1.         Negara dan perangkatnya menciptakan peraturan perundang-undangan yang menunjang iklim usaha yang sehat, efisien dan transparan, melaksanakan peraturan perundang-undangan dan penegakan hukum secara konsisten (consistent law enforcement) .  yang harus dilakukan oleh Negara antara lain:

  • Melakukan koordinasi secara efektif antar penyelenggara negara dalam penyusunan peraturan perundang-undangan berdasarkan sistem hukum nasional dengan memprioritaskan kebijakan yang sesuai dengan kepentingan dunia usaha dan masyarakat. Untuk itu regulator harus memahami perkembangan bisnis yang terjadi untuk dapat melakukan penyempurnaan atas peraturan perundang-undangan secara berkelanjutan
  • Mengikutsertakan dunia usaha dan masyarakat secara bertanggungjawab dalam penyusunan peraturan perundang-undangan (rule-making rules)
  • Menciptakan sistem politik yang sehat dengan penyelenggara negara yang memiliki integritas dan profesionalitas yang tinggi.
  • Melaksanakan peraturan perundang-undangan dan penegakan hukum secara konsisten (consistent law enforcement).

  • Mencegah terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
  • Mengatur kewenangan dan koordinasi antar-instansi yang jelas untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dengan integritas yang tinggi dan mata rantai yang singkat serta akurat dalam rangka mendukung terciptanya iklim usaha yang sehat, efisien dan transparan.
  • Memberlakukan peraturan perundang-undangan untuk melindungi saksi dan pelapor (whistleblower) yang memberikan informasi mengenai suatu kasus yang terjadi pada perusahaan. Pemberi informasi dapat berasal dari manajemen, karyawan perusahaan atau pihak lain.
  • Mengeluarkan peraturan untuk menunjang pelaksanaan Good Corporate Governance ( GCG ) dalam bentuk ketentuan yang dapat menciptakan iklim usaha yang sehat, efisien dan transparan.
  • Melaksanakan hak dan kewajiban yang sama dengan pemegang saham lainnya dalam hal Negara juga sebagai pemegang saham perusahaan.

2.       Dunia usaha sebagai pelaku pasar menerapkan Good Corporate Governance ( GCG ) sebagai pedoman dasar pelaksanaan usaha.

  • Menerapkan etika bisnis secara konsisten sehingga dapat terwujud iklim usaha yang sehat, efisien dan transparan.
  • Bersikap dan berperilaku yang memperlihatkan kepatuhan dunia usaha dalam melaksanakan peraturan perundang-undangan.
  • Mencegah terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
  • Melaksanakan fungsi ombudsman untuk dapat menampung informasi tentang penyimpangan yang terjadi pada perusahaan. Fungsi ombudsman dapat dilaksanakan bersama pada suatu kelompok usaha atau sektor ekonomi tertentu.

3.        Masyarakat sebagai pengguna produk dan jasa dunia usaha serta pihak yang terkena dampak dari keberadaan perusahaan, menunjukkan kepedulian dan melakukan kontrol sosial (social control) secara obyektif dan bertanggung jawab.

  • Melakukan kontrol sosial dengan memberikan perhatian dan kepedulian terhadap pelayanan masyarakat yang dilakukan penyelenggara negara serta terhadap kegiatan dan produk atau jasa yang dihasilkan oleh dunia usaha, melalui penyampaian pendapat secara objektif dan bertanggung jawab.
  • Melakukan komunikasi dengan penyelenggara negara dan dunia usaha dalam mengekspresikan pendapat dan keberatan masyarakat.
  • Mematuhi peraturan perundang-undangan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Jika di era tahun 90-an Tata Kelola Pemerintahan dan Tata Kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance ( GCG ) masih merupakan wacana , akan tetapi sejalan dengan pertumbuhan demokrasi di tanah air memasuki era reformasi, semangat untuk melaksanakan Tata Kelola  Pemerintahan dan Tata Kelola Perusahaan yang baik Good Corporate Governance ( GCG ) terutama di lingkup BUMN tidak lagi sebatas wacana. Namun engan diterbitkannya Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor: Kep.-117/M-MBU/2002 tertanggal 31 Juli 2002, Good Corporate Governance ( GCG ) menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seluruh BUMN. Pada pasal 2 disebutkan bahwa BUMN wajib menerapkan Good Corporate Governance ( GCG ) secara konsisten, dan atau menjadikan Good Corporate Governance ( GCG )sebagai landasan operasionalnya serta dengan tetap memperhatikan ketentuan dan norma yang berlaku dan anggaran dasar masing- masing BUMN.

Sebagai pelaku bisnis yang memiliki asset cukup besar, upaya pemerintah untuk meningkatkan kinerja BUMN, antara lain dengan cara menerapkan kaedah, norma maupun pedoman korporasi yang diperlukan dalam sistim pengaturan pengelolaan BUMN yang sehat, yaitu “ Good Corporate Governance ( GCG ) ” yang bertujuan:

  1. Memaksimalkan nilai BUMN dengan cara meningkatkan prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dapat dipercaya, bertanggung jawab, dan adil agar perusahaan memiliki daya saing yang kuat, baik secara nasional maupun internasional.
  2. Mendorong pengelolaan BUMN secara profesional, transparan dan efisien, serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian Organisasi.
  3. Mendorong agar organ dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan, dilandasi nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta kesadaran akan adanya tanggung jawab sosial BUMN terhadap stakeholders maupun kelestarian lingkungan di sekitar BUMN.
  4. Meningkatkan kontribusi BUMN dalam perekonomian nasional.
  5. Mensukseskan program privatisasi.

Sejalan dengan upaya tersebut di atas, banyak BUMN telah mengiplementasikan prinsip-prinsip Good Corporate Governance ( GCG ) dimaksud yaitu : Transparansi, Akuntabilitas, Fairness, Responsibility dan Kemandirian.

Jika Bapak / Ibu  membutuhkan Konsultan untuk menerapkan system Good Corporate Governance ( GCG ) diperusahaan bisa hubungi kami :

PT. SIEN Corpora ( SIEN Consultants )

Bp. Yoyo Subagyo / HP. 08159767636

Telp. 021-70619908

Email : yoyo@sienconsultant.com

http://digg.com/business_finance/KONSULTAN_GCG_KONSULTAN_GOOD_CORPORATE_GOVERNANCE_GCG

Konsep Dasar & Tahapan Proses Manajemen Strategi

May 20th, 2009

Konsep Dasar & Tahapan Proses Manajemen Strategi

Manajemen Strategi merupakan upaya untuk menumbuhkembangkan kekuatan perusahaan (company’s strengths) dengan mengeksploitasi peluang bisnis (business opportunities) guna mencapai tujuan perusahaan (company’s goals) yang sesuai dengan misi (mission)  yang telah ditentukan.

Sehubungan dengan itu Wheelen dan Hunger (1995:7) mengartikan manajemen strategi (strategic management) “is the set of managerial decisions and actions that determines the long-run performance of a corporation“, artinya bahwa manajemen strategi merupakan suatu himpunan keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja jangka panjang suatu perusahaan.

Untuk memahami konsep ini, berikut ini diuraikan komponen utama dan tahap manajemen strategi , yakni:

  1. Analisis lingkungan bisnis untuk mendeteksi peluang (opportunities) dan ancaman (threats).
  2. Analisis profil perusahaan untuk mengidentifikasi kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses).
  3. Formulasi strategi termasuk mengembangkan visi dan misi, mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal perusahaan, menentukan kekuatan dan kelemahan internal, menetapkan tujuan jangka panjang, merumuskan alternative strategi, dan memilih strategi tertentu yang akan dilaksanakan. Pada tahap ini penekanan lebih diberikan kepada aktivitas-aktivitas utama antara lain:

1.        Menyiapkan strategi alternative,

2.       Pemilihan strategi

3.       Menetapkan strategi yang digunakan.

  1. Implementasi strategi mensyaratkan perusahaan untuk

1.  Menetapkan tujuan tahunan

2.  Menetapkan kebijakan

3.  Memotivasi karyawan

4.  Mengalokasikan sumberdaya sehingga strategi yang telah diformulasikan dapat dijalankan,   mengembangkan budaya yang mendukung strategi

5.  Menciptakan struktur organisasi yang efektif,

6.  Menyiapkan anggaran

7. Mengembangkan dan memberdayakan system informasi,

8. Menghubungkan kinerja karyawan dengan kinerja organisasi.

  1. Evaluasi dan pengawasan kinerja nyata suatu perusahaan. Evaluasi strategi adalah tahap final dalam manajemen strategi.

Ada tiga aktivitas dasar evaluasi strategi yaitu:

1.       meninjau ulang faktor internal dan eksternal saat ini

2.       mengukur kinerja

3.       mengambil tindakan korektif.

Berdasarkan model manajemen strategi versi Wheelen dan Hunger (1995:7), sesungguhnya sejak awal mereka membagi proses manajemen strategi ke dalam empat elemen dasar, yakni:

  1. analisis lingkungan (environmental scanning)
  2. perumusan strategi (strategy formulation)
  3. implementasi strategi (strategy implementation)
  4. evaluasi dan kontrol (evaluation and control)

JIka dikaitkan dengan fungsi manajemen, maka komponen manajemen strategi sebenarnya mengikuti siklus fungsi manajemen, yang diawali dengan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan hingga ke pengawasan. Dengan demikian, berdasarkan uraian tentang komponen manajemen strategi di atas, maka pengertian manajemen strategi dapat disimpulkan sebagai suatu kesatuan keputusan dan tindakan untuk menghasilkan suatu formulasi dan implementasi rencana yang didisain dan terkontrol dalam mencapai sasaran atau tujuan suatu perusahaan.

Jika bapak/ibu membutuhkan Konsultan Manajemen Strategi atau

Ingin Memulai  usaha ?

ingin mengembangkan bisnis ?

ingin membenahi system finance & Accounting perusahaan?

ingin meningkatkan Omzet?

Ingin meningkatkan kinerja karyawan?

ingin sistem yang bekerja?

ingin  strategi manajemen yang jitu?

Kami SIEN Consultan perusahaan konsultan bisnis  strategi, konsultan  strategi, bisnis  strategi, konsultan bisnis  strategi, bisnis, Konsultan keuangan, Finance & Accounting system, konsultan pajak, marketing  strategi, bisnis plan, pengembangan bisnis, konsultan bisnis, bisnis, peningkatan omzet,  strategi, training motivasi, Strategy andBusiness, Strategy Management, Business Marketing Strategy, yang sudah TERBUKTI & berpengalaman lebih dari 10 tahun menangani perusahaan lokal/Asing tanpa melihat besar kecil perusahaan.

Hanya dengan biaya Rp. 2,5 – 5 juta anda bisa mengetahui   strategi apa yang harus anda lakukan untuk kesuksesan Bisnis Anda.

Segera Hubungi :

Yoyo Subagyo / Hp. 0815 9767636

021- 70619908

Email : djidanbp@yahoo.com

http://manajemen-strategi.com

http://digg.com/business_finance/Konsep_Dasar_Tahapan_Proses_Manajemen_Strategi

Konsultan Bisnis Manajemen Strategi

May 7th, 2009

Konsultan, Manajemen, bisnis strategi, Consultant, Business Strategic, Konsultant, Pengembangan Bisnis, Marketing  Strategy


Manajemen strategi
/ Strategy Management merupakan seni dan ilmu dalam penyusunan, penerapan, dan pengevaluasian keputusan-keputusan lintas fungsional yang dapat memungkinkan suatu perusahaan mencapai sasarannya. Manajemen Strategi adalah proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran tersebut, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi. Manajemen strategi mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi.

Manajemen Strategi merupakan aktivitas manajemen tertinggi yang biasanya disusun oleh dewan direktur dan dilaksanakan oleh CEO serta tim eksekutif organisasi tersebut. Manajemen Strategi memberikan arahan menyeluruh untuk perusahaan dan terkait erat dengan bidang perilaku organisasi.

Berbagai buku mendefinisikan Manajemen Strategi dengan kata-kata yang berbeda. Diantaranya, Manajemen Strategi merupakan perencanaan strategi yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operaional untuk menghasilkan barang dan/atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut tujuan strategis) dan berbagai sasaran organisasi.

Begitu banyak pengertian Manajemen Strategi , namun pada dasarnya Manajemen Strategi merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan mempengaruhi. Komponen pertama adalah perencanaan strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari visi, misi, tujuan dan strategi utama organisasi. Sedangkan komponen kedua adalah perencanaan operasional dengan unsur-unsurnya, sasaran dan tujuan operasional, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situsional, jaringan kerja internal dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik.

Sesuai definisi yang ada, menjalankan Manajemen Strategi berarti pebisnis juga harus membuat perencanaan dalam bentuk formulasi bisnis secara matang.

Berikut merupakan 10 formulasi Manajemen Strategi antara lain :

  1. Menjadi objektif. Angan-angan sendiri tidak memiliki tempat di dalam bangunan sebuah bisnis. Kejujuran, penilaian yang tenang dari kekuatan dan kelemahan perusahaan dan keahlian bisnis serta manajemen nya adalah hal yang mendasar.
  2. Membuat sederhana dan terfokus. Dalam usaha bisnis kecil, kesederhanaan adalah efektif. Usaha dan sumber daya, seharusnya dikonsentrasikan dimana dampak dan keuntungan adalah hal yang paling utama.
  3. Fokus pada pasar yang menguntungkan. Kelangsungan hidup dan keberhasilan usaha bisnis kecil oleh persediaan barang dan jasa khusus yang menemukan keinginan dan kebutuhan dari pemilihan kelompok pelanggan.
  4. Mengembangkan rencana pemasaran. Usaha bisnis kecil harus memutuskan bagaimana untuk meraih dan menjual kepada pelanggan.
  5. Memanajemen tenaga kerja secara efektif. Kesuksesan usaha kecil tergantung pada bangunan, pengaturan dan motivasi sebuah tim pemenang.
  6. Membuat catatan keuangan yang jelas. Usaha kecil perlu untuk memiliki catatan asset, liabilitas, penjualan, biaya dan informasi akunting lainnya dalam urutan untuk kelangsungan hidup dan keberhasilan.
  7. Tidak pernah menghambur-hamburkan kas. Kas adalah raja di dalam dunia usaha kecil.
  8. Menghindari perangkap yang berulang-ulang dari pertumbuhan yang cepat. Usaha bisnis kecil harus hati-hati melakukan ekspansi.
  9. Mengerti seluruh fase bisnis. Pengendalian usaha kecil dan kemajuan keuntungan usaha kecil , tergantung pada pengertian yang lengkap dari seluruh fungsi bisnis.
  10. Merencanakan ke depan. Usaha kecil harus memformulasikan secara kritis dan menantang, pencapaian yang masih, tujuan dan mengubahnya menjadi aktifitas yang produktif.

Beberapa JURUS bisnis Manajemen Strategi yang terbukti jitu dalam strategi bisnis antara lain:

  1. Manajemen Strategi yang berorientasi pada product leadership (keunggulan produk). Perusahaan yang mengunakan Manajemen Strategi ini selalu berupaya menciptakan produk-produk dengan kualitas premium, dan selalu one step ahead dibanding produk kompetitor. Mereka tak segan-segan mengeluarkan dana besar untuk bagian R & D-nya demi terciptanya produk yang berkualitas.
  2. Manajemen Strategi yang berorientasi pada operational excellence (keunggulan operasional). Dalam Manajemen Strategi ini yang paling utama adalah membangun proses bisnis yang efektif & efisien. Sehingga dengan proses bisnis yang efektif & efisiensi ini, mereka mampu menekan biaya produksi, sehingga dengan Manajemen Strategi ini mereka mampu menjual produknya dengan harga yang lebih kompetitif dibanding competitor – kompetitornya.
  3. Manajemen Strategi yang berorientasi pada customer intimacy (Keakraban / Keintiman dengan pelanggan). Yang paling utama dalam Manajemen Strategi ini adalah membangun hubungan yang akrap/intim dengan semua pelanggannya sehingga akan membentuk mitra bisnis/ relasi yang langgeng dan berkelanjutan.

Kami SIEN Consultan perusahaan konsultan Manajemen Strategi , bisnis strategi, konsultan strategi, konsultan bisnis strategi, Konsultan keuangan, Finance & Accounting manajemen, konsultan pajak, marketing strategi, bisnis plan, pengembangan bisnis, konsultan bisnis, peningkatan omzet, strategi, training motivasi, Strategy and Business, Manajemen Strategi, Business Marketing Strategy, yang sudah TERBUKTI & berpengalaman lebih dari 12 tahun dalam menangani perusahaan lokal/Asing tanpa melihat besar kecil perusahaan.

Apabila Bapak / ibu ingin Konsultan Manajemen Strategi dan ingin :

Memulai usaha ?

Mengembangkan bisnis ?

Membenahi system finance & Accounting perusahaan?

Meningkatkan Omzet?

Meningkatkan kinerja karyawan?

Ingin sistem yang bekerja?

Ingin Manajemen Strategi yang jitu?

Hanya dengan biaya Rp. 2,5 – 5 juta Bapak/Ibu bisa tahu Manajemen Strategi seperti apa yang harus Bapak /Ibu lakukan untuk kesuksesan bisnis Anda.

Segera hubungi:

YOYO SUBAGYO / HP. 0815 9767636,

Telp. : 021- 70619908

email : yoyo@sienconsultant.com

MANAJEMEN STRATEGI UNTUK BISNIS RITEL

April 7th, 2009

MANAJEMEN STRATEGI UNTUK BISNIS RITEL

Industri Bisnis ritel terus berubah seiring dengan perubahan teknologi, perkembangan dunia usaha serta  kebutuhan konsumen.  Bisnis ritel adalah keseluruhan aktivitas Bisnis yang terkait dengan penjualan dan pemberian layanan kepada konsumen untuk pengunaan yang sifatnya individu sebagai pribadi maupun keluarga. Agar berhasil dalam pasar  Bisnis ritelyang kompetitif, pelaku Bisnis ritel harus dapat menawarkan produk yang tepat, dengan harga, waktu & tempat yang tepat pula. Oleh karena itu, pemahaman terhadap pelaku  Bisnis ritel terhadap karakteristik target pasar atau konsumen yang akan dilayani merupakan hal yang sangat penting.

Dalam operasionalnya pelaku Bisnis ritel menjalankan beberapa fungsi antara lain membantu konsumen dalam menyediakan berbagai produk & jasa. Menjalankan fungsi memecah maupun menambah nilai produk,  secara keseluruhan pengelola  Bisnis ritel membutuhkan implementasi fungsi – fungsi manajemen secara terintegrasi baik fungsi keuangan, pemasaran, sumberdaya manusia, maupun operasional. Sehinga pelaku Bisnis ritel dapat memahami secara penuh tentang lingkup  Bisnis ritel nya, cara strategi pengembangannya dan Memanajemen bisnis ritel nya.

manajemen strategi untuk Binis Ritel merupakan pernyataan yang menjelaskan hal  – hal :

1.       Sasaran Pasar ( Target Market ), yaitu segmen – segmen pasar yang direncanakan untuk dilayani terkait dengan aktifitas memfokuskan sumber daya yang harus disiapkan oleh Bisnis ritel .

2.       Format yang direncanakan akan digunakan utnuk memenuhi kebutuhan target pasar. Format  Bisnis ritel adalah gabungan ritel didasarkan pada sifat atau ciri barang dan jasa yang ditawarkan, kebijakan penentuan harga, pemasangan iklan dan program promosi, design took, dan lokasi khusus.

3.       Dasar perencanaan  Bisnis ritel untuk memperoleh keunggulan bersaing yang dapat dipertahankan atau keuntungan dari persaingan yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Dengan demikian tiap Strategi akan meliputi :

  1. Pemilihan segmen target pasar & penentuan format Bisnis ritel
  2. Pengembangan keunggulan bersaing yang memungkinkan Bisnis ritel untuk mengurangi tingkat kompetensi yang dihadapi

Konsep Bisnis ritel adalah orientasi manajemen yang memfokuskan Bisnis ritel dalam menentukan kebutuhan target pasar serta memenuhi kebutuhannya dengan lebih efektif & efisien. Bisnis ritel yang berhasil harus memenuhi kebutuhan pelanggan pada segmen pasar yang dilayani secara lebih baik daripada yang dilakukan oleh pesaing. Tugas Utama dalam mengembangkan Bisnis ritel adalah menetapkan sasaran pasar, Proses ini diawali dengan menetapkan segmentasi pasar.

Hal – hal penting  yang harus diperhatikan dalam  Bisnis ritel untuk mengembangkan keunggulan bersaing :

1.       Loyalitas Konsumen

Loyalitas konsumen berarti kesetiaan konsumen untuk berbelanja di lokasi  Bisnis ritel tertentu. Mempunyai konsumen yang loyal adalah metode yang penting dalam mempertahankan keuntungan dari para pesaing, jika memiliki konsumen yang loyal brarti konsumen memiliki keengganan untuk menjadi pelanggan pada Bisnis ritel Bisnis ritel pesaing

2.       Program Loyalitas

Program loyalitas adalah bagian dari keseluruhan manajemen hubungan antar konsumen, Program ini sudah umum dijalankan dalam Bisnis ritel, program loyalitas bekerja sama dengan manajemen hubungan pelanggan / Customer Relationship Marketing ( CRM ) . Anggota – anggota program loyalitas diketahui saat mereka membeli, karena mereka menggunakan beberapa tipe kartu loyalitas, informasi pembelian disimpan dalam database yang besar, dari dari database dapat diketahui jenis – jenis barang apa yang dibelioleh konsumen, dengan mengunakan cara ini pelaku Bisnis ritel dapat menyesuaikan berbagai penawaran untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang loyal dengan baik.  Beberapa pelaku  Bisnis ritel yang  telah mengunakan program ini seperti : Alfa dengan AFC ( Alfa Family Club ), Carrefour dengan Kartu Belanja ( KB ) Carrefour,  Maatahari dengan MMC (Matahari Club Card ), dan masih banyak contoh lainnya.

3.       Lokasi

Lokasi adalah factor utama dalam pemilihan took Konsumen, Ini juga keunggulan bersaing yang tidak mudah ditiru. Contohnya Starbucks , mereka menciptakan keberadaan pasar yang sulit untuk disaingi, Carrefour, mereka selalu menentukan lokasi yang selalu strategis. Pemilihan lokasi yang tepat mempunyai keuntungan yaitu :

  • Merupakan komitmen sumber daya jangka panjang yang dapat mengurangi fleksibilitas masa depan Bisnis ritel itu sendiri.
  • Lokasi akan mempengaruhi pertumbuhan Bisnis ritel dimasa yang akan datang, area yang dipilih haruslah mampu untuk tumbuh dari segi ekonomi sehingga dapat mempertahankan kelangsungan toko saat awal ataupun masa yang akan datang.
  • Penentuan lokasi dapat dimulai dengan memilih komunitas, keputusan ini sangat bergantung pada potensi pertumbuhan ekonomi dan stablitas maupun persaingan serta iklim politik . selain itu juga  geografis sangat menentukan .
  • manajemen Sumber Daya Manusia
  • Bisnis ritel adalah Bisnis tenaga kerja intensif, para pegawai memiliki peranan penting dalam memberikan layanan pada konsumen dan membangun loyalitas konsumen.
  • Sistem Distribusi & Informasi
  • SemuaBisnis ritel berusaha untuk mengelola usaha secara efisien, mereka terus  memenuhi kebutuhan konsumen, dan pada saat yang sama member konsumen barang-barang dengan harga lebih baik  dari pada pesaingnya atau memutuskan utnuk mengunakan kesempatan guna menarik perhatian konsumen dari para pesaing denganmenawarkan jasa, barang, dan penyajian visual yang lebih baik.
  • Barang – barang yang Unik
  • Mengembangkan merek-merek berlabel ( juga disebut merek-merek toko ) yang merupakan produk – produk yang dikembangkan dan dipasarkan oleh pelaku Bisnis ritel dan hanya tersedia dari tempat Bisnis riteltersebut.
  • Layanan Konsumen
  • Dibutuhkan waktu dan usaha untuk membangun sebuah tradisi dan reputasi untuk layanan konsumen, karena layanan konsumen yang bagus merupakan asset strategis  yang sangat berharga.

Jika bapak / Ibu membutuhkan Konsultan Untuk Pengembangan & Manajemen Strategi dalam BISNIS RITEL dapat menghubungi kami :

Yoyo Subagyo / Hp. 08159767636

Telp. 021-70619908

Email : yoyo@sienconsultant.com

http://digg.com/business_finance/MANAJEMEN_STRATEGI_UNTUK_BISNIS_RITEL

KONSEP DASAR MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

April 1st, 2009

KONSEP DASAR MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

Manajemen Pendidikan

Manajemen Pendidikan merupakan suatu proses kerjasama yang sistematik, sistemik dan komprehensif dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan. Selain itu Manajemen pendidikan juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berkenan dengan pengelolaan proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan Manajemen baik tujuan jangka pendek , menengah dan jangka panjang. Manajemen atau pengelolaan merupakan komponen integral dan tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan secara keseluruhan. Karena tanpa Manajemen tidak mungkin tujuan pendidikan dapat terwujud secara optimal, efektif & efisien. Dalam kerangka inilah akan tumbuh kesadaran akan arti pentingnya Manajemen berbasis sekolah, yang memberikan kewenangan penuh kepada sekolah dan guru dalam mengatur pendidikan & pengajaran, merencanakan, mengorganisasi, mengawasi, memepertanggungjawabkan, mengatur, serta memimpin SDM untuk membantu pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan sekolah. Manajemen berbasis sekolah harus disesuaikan dengan kebutuhan dan minat peserta didik, guru – guru, serta kebutuhan masyarakat setempat. Untuk itu perlu dipahami betul tentang fungsi – fungsi pokok Manajemen yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Pengawasan & Pembinaan. Dalam prakteknya keempat funsi tersebut merupakan suatu proses yang berkesinambungan. Berikut penjabaran luas tentang fungsi – fungsi pokok Manajemen berbasis sekolah :

1.Perencanaan

Perencanaan merupakan proses yang sistematis dalam pengambilan keputusan Manajemen tentang tindakan yang akan dilakukan Manajemen pada waktu yang akan datang. Perencanaan ini juga merupakan kumpulan kebijakan yang secara sistematik disusun dan dirumuskan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan serta dapat dipergunakan sebagai pedoman kerja. Dalam perencanaan terkandung makna pemahaman terhadap apa yang dikerjakan , permasalahan yang dihadapi dan alternative pemecahannya serta untuk melaksanakan prioritas kegiatan yang telah ditentukan secara proporsional

2.Pelaksanaan

Pelaksanaan merupakan kegiatan untuk merealisasikan rencana Manajemen menjadi tindakan nyata dalam rangka mencapai tujuan Manajemen secara efektif & efisien. Rencana yang telah disusun oleh Manajemen akan memiliki nilai jika dilaksanakan dengan efektif dan efisien. Dalam pelaksanaan setiap organisasi harus memiliki kukuatan yang mantap dan meyakinkan sebat jika tidak kuat maka proses pendidikan seperti yang diinginkan akan sulit terealisasi.

3.Pengawasan

Pengawasan merupakan upaya untuk mengamati secara sistematis dan berkesinambungan, merekam, memberi penjelasan,petunjuk, pembinaan, dan meluruskan berbagai hal yang kurang tepat, serta memperbaiki kesalahan. Pengawasan merupakan kunci keberhasilan dalam keseluruhan proses Manajemen, perlu dilihat secara komprehensif, terpadu, dan tidak terbatas pada hal – hal tertentu.

4. Pembinaan

Pembinaan merupakan rangkaian upaya pengendalian secara professional semua unsur organisasi agar berfungsi sebagaimana mestinya sehingga rencana  Manajemen untuk mencapai tujuan dapak terlaksana secara efektif & efisien. Pelaksanaan Manajemen sekolah yang efektif dan efisien menuntut dilaksanakannya keempat fungsi pokok Manajemen tersebut secara terpadu dan terintegrasi dalam pengelolaan bidang – bidang kegiatan Manajemen pendidikan. Manajemen Pendidikan merupakan alternative strategis untuk meningkatkan mutu / kualitas pendidikan, karena hasil penelitian Balitbangdikbud ( 1991) menunjukan bahwa manajemen pendidikan merupakan salah satu factor yang mempengaruhi kualitas pendidikan.

Ketentuan otonomi daerah yang dilandasi oleh undang – undang nomer 22 dan nomor 25 tahun 1999 telah membawa perubahan dalam berbagai bidang. Bila sebelumnya Manajemen pendidikan merupakan wewenang pusat maka sekarang kewenangan tersebut dialihkan ke pemerintah kota atau kabupaten. Sehubungan dengan itu kebijakan penyelenggaraan pendidikan nasional yang perlu di rekonstruksi dalam otonomi daerah, berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan, efisiensi pengelolaan pendidikan, serta relevansi pendidikan dan pemerataan pelayanan pendidikan adalah seebagai berikut:

1. Upaya peningkatan mutu pendidikan dilakukan dengan menetapkan tujuan dan standard kopentensi pendidikan, yaitu melalui kosensus nasional antara pemerintah dengan seluruh lapisan masyarakat. Standard kopentensi yang mungkin akan berbeda antar sekolah atau antar daerah akan menghasilkan standard kopetensi nasional dalam tingkatan standard minimal, normal ( mainstream ) dan unggulan.

2. Peningkatan efisiensi pengelolaan pendidikan mengarah pada pengelolaan Manajemen pendidikan berbasis sekolah, dengan member kepercayaan yang lebih luas kepada sekolah untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia bagi pencapainnya tujuan pendidikan yang diharapkan.

3. Peningkatan relevansi pendidikan mengarah pada Manajemen pendidikan berbasis masyarakat. Peningkatan peran serta orang tua dan masyarakat pada level kebijakan ( pengambilan keputusan ) dan level operasional melalui komite ( dewan ) sekolah. Komite ini terdiri dari kepala sekolah, guru senior, wakil orang tua, tokoh masyarakat, dan perwakilan siswa. Dimana peran dari pada komite ini meliputi perencanaan, implementasi, monitoring, serta evaluasi program kerja sekolah.

4. Pemerataan Pelayanan pendidikan mengarah pada pendidikan yang berkeadilan. Hal iniberkenaan dengan penerapan formula pembiayaan pendidikan yang adil & transparan, upaya pemerataan mutu pendidikan dengan adanya standard kopetensi minimal, serta pemerataan pelayanan pendidikan bagi siswa pada semua lapisan masyarakat.

Prinsip – prinsip Manajemen pendidikan :

1. prinsip Manajemen Pendidikan yang berorientasi pada tujuan, dengan menetapkan tujuan – tujuan yang harus dicapai peserta didik dalam mempelajari pelajaran.

2. prinsip Manajemen pada efisiensi dan efektifitas dalam pengunaan dana, daya, dan waktu dalam mencapai tujuan pendidikan.

3. Prinsip Manajemen pendidikan pada fleksibilitas program, dalam pelaksanaan, suatu program hendaknya mempertimbangkan faktor – faktor ekosistem dan kemampuan penyediaan fasilitas yang menunjang.

4. Prinsip kontinuitas, dengan menyiapkan peserta didikagar mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

5. Prinsip pendidikan seumur hidup, yang memandang bahwa pendidikan tidak hanya di sekolah, tetapi harus dilanjutkan dalam keluarga dan masyarakat. Jadi peserta didik perlu memiliki kemampuan belajar sebagai persiapan belajar di masyarakat.

6. Prinsip relevansi, suatu pendidikn akan bermakna apabila kurikulum yang dipergunakan relevan ( terkait ) dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat.

Apabila bapak/ibu membutuhkan Konsultan prinsip Manajemen berbasis sekolah, Silahkan menghubungi kami sebagai ahli dibidang Konsultan prinsip Manajemen berbasis sekolah, prinsip Manajemen Bisnis strategi, Consultant Business Strategic, Konsultant Pengembangan Bisnis & Marketing Strategi

Hubungi : Yoyo Subagyo / HP. 0815 9767636

Telp. : 021- 70619908

Email : yoyo@sienconsultant.com

TRAINING MANAJEMEN STRATEGI

February 27th, 2009

  1. In-House  TRAINING STRATEGI MANAJEMEN
  2. Read the rest of this entry »

Konsultan Manajemen

February 20th, 2009

Konsultan adalah seorang tenaga professional atau tenaga ahli dalam memberikan jasa konsultasi dalam berbagai bidang keahlian seperti Manajemen Sistem, Strategy Bisnis, Akunting, Keuangan, Hukum, dll.
Dimana seorang Konsultan tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan suatu solusi atau pemecahan masalah yang tidak biasanya dapat dilakukan oleh “orang biasa”, seperti dalam hal ini konsultan manajemen (management consultant), bukan hanya mengerti dan menguasai masalah teknis, namun dituntut lebih bahwa seorang Konsultan harus memiliki “communication skill” dalam menyampaikan “knowledge” atau pengetahuan yang dimilikinya sebagai transfer “know how”-nya kepada tim work dan juga seorang konsultan harus bisa memotivasi tim work dalam melaksanankan tugas-tugas yang diberikan sehingga bisa men-drive up sistem manajemen yang telah di set-up.

Definisi Konsultan :
Konsultan adalah seorang tenaga professional yang menyediakan jasa nasehat ahli dalam bidang keahliannya, misalnya manajemen, sistem, akutansi , IT, Keuangan, lingkungan, biologi, bisnis, hukum, dan lain-lain. Perbedaan antara seorang konsultan dengan ahli ‘biasa’ adalah sang konsultan bukan merupakan karyawan di perusahaan sang klien, melainkan seseorang yang menjalankan usahanya sendiri atau bekerja di sebuah firma konsultasi, serta berurusan dengan berbagai klien dalam satu waktu.

Definisi Manajemen :
Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W.Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi.

Read the rest of this entry »